Minggu, 31 Januari 2010

Demokrasi Kecil dalam keluarga

Malam selesai sholat Magrib, ayah kasak-kusuk sendiri di depan meja. Tampak menggunting beberapa potong kecil kertas dan menorehkan sesuatu di atasnya. Dikumpulkannya kertas-kertas tersebut berikut beberapa buah pena dan pensil.

Layaknya seorang kepala keluarga, saat santai di depan televisi sambil menemani keluarga menonton sinetron yang sebenarnya sangat tidak disukainya. Koko anak laki pertama, yang berumur sekitar 10 tahun memberanikan diri bertanya, "ayah lagi bikin apa ? Kok bawa kertas kecil-kecil, emang mau arisan?"

Rabu, 27 Januari 2010

Kok Ayah tidurnya malam terus ?

"Mah, kenapa sih kok ayah tidurnya malem terus ? Kata bu guru, kita gak boleh tidur malam, nanti bisa sakit."

Sepenggal kalimat terlontar dari anak perumpuan berumur 7 tahun kepada ibundanya. Ibunya hanya tersenyum tanpa banyak kata hanya "Tanya aja sama ayah sendiri" . "Tapi, Ayu gak berani mah ... takut, ntar dimarahin"
"Tanya aja, ayah gak akan marah kok, ayah gak galak kok, masak ditanya gitu aja marah" ...
"Ya, udah .... "

Hingga keesokan harinya, Ayu tidak juga bertanya kepada ayahnya tentang hal itu. Ada perasaan takut yang menghantuinya, ada sedikit rasa keengganan untuk bertanya kepada ayahnya. Padahal dia tahu, ayahnya lebih dekat padanya daripada kakaknya.
Biasanya jika ingin mengajukan sesuatu, seringnya minta dibuatkan gambar atau puisi, Ayu akan mendekati ayahnya tanpa berkata-kata. Hanya senyum-senyum sambil membawa buku gambar atau selembar kertas. Tapi entah kenapa kali ini dia tidak sedikitpun berani mendekati ayahnya.

Hingga ibundanya sendiri yang akhirnya menyampaikan pertanyaan itu. Dan apa jawaban sang ayah ?

"Pertama, apa Ayu tahu internet ?" Ayu mengangguk, "Yang biasa buat maen game ..." Jawabnya polos.
"Iya, Ayu khan biasa main game barbie dan masak-masakan. Nah, game itu adanya di internet. Kapan biasa Ayu maen game ? Siang-siang khan ... Pernah gak nyoba maen game sore atau jam 7 malam ?"
"Pernah nyoba tapi gak bisa. Emangnya kenapa ?"
"Kalau siang, yang pake internet itu orangnya sedikit. Tapi kalau jam 7 malam udah banyak yang maen internet. Internet itu bisa dibilang punya pintu masuk. Kalau banyak orang yang mau masuk gimana ?"
Ayu diam, tampak berpikir, sebelum menjawab ayah melanjutkan lagi.
"Kalau banyak orang pasti harus ngantri atau desak-desakan. Ada orang yang bisa bayar mahal penjaga pintunya, makanya dia gampang masuk kedalam. Tapi ayah gak bisa bayar mahal, jadi harus ikutan ngantri."
"Trus, kalo malem kan banyak orang ngantri, kok ayah ikutan sampe malem tidurnya ? Bukannya mendingan tidur daripada ikut ngantri ? Cape dehh ........"

Mungkin pemikiran Ayu tidak seperti yang ayahnya kira. Bagaimana seorang anak bisa mengerti bahwa ayahnya hanya bisa menggunakan internet di malam hari hingga dini hari saat traffic dan bandwith longgar. Dia masih terlalu kecil untuk berpikir sejauh itu.

Yang dia inginkan hanyalah ayahnya tidak sering tidur malam dan bisa menemaninya sebelum tidur, mendongeng dan memeluknya hingga dia terlelap. Tapi hampir setiap hari, ayahnya lebih suka di depan komputer hingga melupakannya. Atau tidur lebih dulu saat kepayahan bekerja siang hari dan terbangun di tengah lelapnya untuk menemui komputer lagi.

"Maafkan ayah nak .... . Ayah janji suatu hari nanti ayah tidak harus setiap malam menghabiskan waktu dengan komputer, tapi bersama kalian anak-anak tercinta"

Senin, 18 Januari 2010

Celananya sobek tuh ...

Saat itu jam sudah menunjukan pukul 11.30 WIB, sudah saatnya bersiap berangkat ke masjid untuk shala Jum'at.

Kebetulan pas tanggal merah, jadi bisa menemani Koko shalat Jum'at. Seperti biasa, sebelum berangkat pasti bersih-bersih, mandi dan berwudhu. Koko juga sama, setelah pulang bermain, langsung aku suruh mandi dan ganti baju.

Entah kenapa, mungkin terburu-buru atau memang tidak tahu, Koko memakai baju koko ( kok aneh ya, Koko memakai baju koko, ya pastilah masak baju mama .. hehehe ). Kita skip saja ...

Sebelumnya aku juga tidak pernah tahu kalau celana pasangan baju itu sobek luar biasa besarnya. Dan Koko juga tampaknya tidak menyadarinya. Segera setelah siap kami berangkat ke masjid.

Baru saja melangkah ke halaman, Ayu teriak " celananya sobek tuh ... "
Kontan saja, kami sama-sama menengok kebawah, aku tidak mendapati sobek di celanaku, tapi Koko justru tertawa terbahak ... Ternyata celananya sobek lebar sekali ..

Untung saja Ayu memberi tahu, bagaimana kalau tidak, saat shalat pasti akan jadi hal yang aneh, " laki-laki kok pake rok ... " hehhehehe

Surat Untuk Ayah

Ini adalah coretan Ayu sehari sebelum Ulang Tahunnya tempo hari;

Ayah, Ayu sayang ayah
Nanti kalau Ayu sudah besar, Ayu mau berangkat sekolah sendiri
Gak usah dianterin Mama lagi,
Kan Ayu udah punya sepeda, ntar bisa bareng sama emas

Ayah, besok ulang tahun Ayu
Ayu minta hadiah boneka ya ..
Yang gede, kayak punya temen Ayu
Boneka panda yang gede, biar bisa temenin Ayu bobo

Ayu sayang Ayah,
I Luv you Ayah ...

Dan, begitulah, saat ulang tahunnya aku belikan dia boneka yang besarnya lebih besar dari tinggi tubuhnya.

Senang melihat matanya yang berbinar saat membuka bungkusan kado dari-ku

Ayu, ayah juga sayang Ayu ..

Minggu, 10 Januari 2010

Ayah, ayo kita sholat bareng

Seperti biasanya saat aku bisa pulang cepat karena tidak banyak laporan yang harus diselesaikan atau tidak ada meeting mendadak, aku akan tiba sekitar jam 17.30. Dan setelah istirahat sejenak, aku bisa menemani Ayko nonton Spongebob film kesukaannya. Entah sudah berapa kali episode yang itu-itu saja diputar ulang, tetapi mereka tidak pernah jenuh.

Kadang, kudapati PC masih menyala, tandanya salah satu dari mereka baru saja main game yang mendorongku melanjutkan permainan mereka atau membuka koneksi dan melihat update blog. Hingga tanpa sadar seruan itu datang, dan yang terlebih dahulu merespon adalah bunda. Dia akan minta televisi dimatikan atau dikurangi volumenya jika film belum selesai.

Sabtu, 09 Januari 2010

Bagusan yang ini dong

Nama sudah ditentukan, selanjutnya theme. Agak sulit untuk menemukan yang cocok. Bahkan lebih sulit dibandingkan dengan blog utamaku.

Kali ini perlu juga pendapat dari buah hatiku. Ada beberapa yang aku rasa pantas, tetapi bisa jadi tidak dimata mereka. Dari googling aku dapat beberapa nominasi. Dengan kriteria utama adalah memiliki header yang bisa mewakili kasih sayang dan cinta kami bersama.

Satu persatu aku test dan preview. Dan setiap kali itu pulalah Ayu aku panggil. Kenapa mesti Ayu, karena dia yang paling kritis. Sedang Eko, biasanya hanya manut saja.
Dan setiap kali aku panggil, jawabannya selalu tidak puas. "Jelek banget gambarnya" "Tulisannya kekecilan tuh Yah .." "Bagus sih, tapi gelap"

Ayah, kok namanya kayak orang Jepang

Ayu saat itu sedang asik dengan Piby ( nama panggilan untuk boneka yang ukurannya lebih besar dari badannya hadiah ulang tahunnya kemarin )saat aku panggil untuk mendekat.

"Ada apa Yah, ... Ayah lagi bikin apaan ?" Biasanya Ayu tidak pernah mau tahu apa yang aku lakukan saat sedang didepan PC, karena pernah aku katakan dulu " Ayah lagi nyari duit buat tambahan uang sekolah Ayu".
Kini dia bertanya, wajar karena aku yang panggil.

Nasi Gorengnya lebih enak buatan Ayah

Malam itu seperti biasanya kita kumpul di ruang depan. Dimana terdapat televisi tempat kami menikmati hiburan. Sebenarnya tidak kumpul semua, karena aku lebih terpaku dedepan PC, karena masih satu ruangan, ya tetap saja kumpul.

Hingga saat waktunya makan malam, ternyata istriku tersayang tidak masak hari itu karena siangnya ada kesibukan. Jadilah aku mengambil inisiatif untuk membuat nasi goreng. Seperti umumnya nasi goreng, tidak banyak memerlukan banyak resep yang harus digunakan. Semua menggunakan bumbu instant.

Perdana di awal tahun 2010

Sejatinya ingin membuat sebuah tempat baru dimana bisa berekpresi secara bebas. Bebas menuangkan segala kepenatan dan kebahagian. Terutama kebahagian dengan kedua buah hati yang selalu menemani saat dilanda kegundahan.

Adalah Ayu dan Eko yang menjadi sumber inspirasi dari tulisan ini ke depan. Dengan harapan apa yang kutuliskan bisa bermanfaat buat mereka dan buat anda.